TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Meninggalnya tiga teknisi perakit pesawat Sukhoi dari Rusia
pada 13-14 September 2010, Komisi I DPR RI meminta kepada Kementerian
Pertahanan (Kemenhan) agar bersikap lebih selektif dalam menerima tim
teknisi Sukhoi terkait kerjasama Indonesia dan Rusia ke depan.
"Sejalan
dengan itu, Kementerian Pertahanan memberlakukan peraturan yang tegas
terhadap para tim teknisi selama berada di Indonesia untuk perakitan
pesawat Sukhoi," ungkap Ketua Komisi I Mahfudz Siddieq dalam sidang
Paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (21/9/2010).
Selain
itu, Politisi PKS ini pun menegaskan supaya kejadian serupa tidak lagi
terjadi dimasa yang akan datang. "Komisi I DPR RI menegaskan kejadian
ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang sehingga kerjasama
Indonesia dengan Rusia maupun negara lain bisa berjalan dengan
baik," ungkapnya.
Sebelumnya sempat dikabarkan tiga warga negara
Rusia yang menjadi teknisi dan perakit jet tempur Sukhoi, Alexander,
Voronim dan Victor Savanoc meninggal dunia akibat sesak nafas karena
menegak minuman keras.
Ketiga korban itu merupakan bagian dari
12 anggota tim garansi (warranty) perakit pesawat jet tempur canggih
Sukhoi SU-27 SKM yang akan memperkuat Skuadron 11 Pangkalan Udara
Sultan Hasanuddin Makassar.
Ketiga anggota perakit dan teknisi
Sukhoi itu tiba di Makassar Minggu 5 September 2010 dan akan berada di
Lanud Hasanuddin Makassar selama setahun untuk memberikan jaminan
kepada personel TNI AU jika jet tempur super canggih itu akan menjadi
bagian dari Skuadron 11 Lanud Hasanuddin.
Ketua Komisi I Minta Menhan Selektif Terima Teknisi Sukhoy
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan