Laporan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Komjen Pol Timur Pradopo terus menjadi sorotan dan sasaran kritik menyusul namanya menjadi calon tunggal Kapolri yang diusulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Timur Pradopo terkesan instan dan di luar nalar. Demikian penilaian aktifis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Mustar Bone Ventura. Bahkan Mustar menilai sosok Timur Pradopo tak lebih dari jenderal karbitan tanpa karya.
"Proses pengangkatan jenderal yang terjadi saat ini sangat tidak masuk akal. Mekanisme pencalonan Timur cacat mekanisme dan melanggar etika pencalonan. Ini menunjukan dia itu jenderal karbitan tanpa karya," ujar Mustar Bone, Selasa (5/10/2010).
Usai ditetapkan Presiden menjadi calon Kapolri, beragam kritik dan tanggapan negatif soal pencalonan sosok Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon Kapolri kian menguat dan makin keras.
Selain mengkritik sosok Timur Pradopo yang dinilai punya kaitan erat dengan persoalan pelanggaran HAM dan dituding bertanggungjawab terhadap beberapa kasus tragedi Trisakti 98, Timur juga dipandang sebagai sosok yang tidak memegang komitmen.
"Kami korban kerusuhan 98 jelas tersinggung dan kecewa terhadap keputusan Presiden ini. Timur merupakan sosok berlumuran darah. Dia adalah orang yang sepatutnya dijadikan tersangka saat menjabat Kapolres Jakarta Barat periode 97-99, yang bertanggungjawab atas pembantaian empat orang kawan mahasiswa Trisakti," ujar Mustar (*)
Timur Pradopo Jenderal Karbitan Tanpa Karya
Penulis: Alie Usman
Editor: Iswidodo
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan