TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basrief Arief mengaku tak
mempunyai domplengan partai politik sehingga naik jadi Jaksa Agung,
menggantikan Hendarman Supandji. Ia tak menampik banyak temannya di politik
tapi terkait hubungan institusi kejaksaan dengan Komisi III DPR.
Kendati
begitu, Basrief mengakui permainan politik adalah tantangan terbesar
untuk Jaksa Agung. Karenanya saat dipanggil Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, Basrief mendapat beberapa pesan penting mengemban orang nomor
satu di kejaksaan.
Pesan seperti apakah yang didapat Basrief
dari SBY? "Pak Basrief fokus saja kepada penegakan hukum tidak usah
takut dengan intervensi politik partai dan partai manapun," ujar Basrief
di Kejaksaan Agung, Selasa (30/11/2010).
Memang, Basrief cukup
dekat dengan SBY. Hal itu terjadi ketika Basrief yang menjabat sebagai
Jaksa Agung Muda Intelijen bekerja di bawah koordinasi SBY yang menjabat
Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM era Presiden Megawati
Soekarnoputri.
Pesan lainnya, Basrief melanjutkan, agar jabatan
Jaksa Agung jangan menjadi mainan politik. Harus diakuinya, hal ini
memang tidak lah mudah. Tapi ia yakin, dukungan bawahannya dari Jaksa
Agung Muda dan lainnya, komando penegakan hukum steril.
Pesan SBY pada Basrief: Jangan Takut Intervensi Politik
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan