TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengkritik apa
yang diungkapkan oleh Presiden SBY yang mengeluh soal gajinya yang tak
naik sejak tujuh tahun lalu. Yusril, apa yang diungkapkan presiden,
adalah hal yang tak pantas diungkapkan secara langsung.
"Tak
perlulah (Presiden SBY) bicara seperti itu. Itukan masalah internal,
hal seperti itu tak pantas dikemukan oleh presiden. Saya tak mengerti
apa konteks dia bicara seperti itu. Ya memang, gaji presiden seperti
itulah jumlahnya. Waktu saya jadi mensesneg, gajinya memang belum
berubah," kata Yusril kepada wartawan DPR, Rabu (26/01/2011).
Ditegaskan,
Presiden SBY bila ingin membahas masalah gaji, alangkah baiknya
dibicarakan dengan Menteri Keuangan dan Panitia Anggaran DPR. Dan tak
perlu diungkapkan, mengeluh ke publik.
"Sebaiknya, bicarakan saja
dengan Menkeu, Panitia Anggaran untuk tetapkan gaji presiden. Kalau
soal gaji dibicarakan, kan harus menyeluruh terkait gaji pejabat negara.
Karena memang, terjadi ketimpangan soal gaji," tegasnya.
"Dibahas
menyeluruh. Dan harus ada standarisasi gaji pejabat negara. Perlu
pembahasan menyeluruh soal gaji sebab terkait juga dengan pensiunan,"
katanya lagi.
Meski gaji presiden tak pernah naik selama tujuh
tahun, akan tetapi, sambung Yusril, segala kegiatan presiden, ada
anggarannya. Anggaran yang masuk ke dalam APBN, termasuk biaya-biaya
operasional, dan rumah tangga.
"Biayanya juga cukup besar. Kan,
sekarang ini banyak yang nggak suka sama dia (presiden). Apa saja yang
diomongin, pasti salah. Saya konteksnya tidak tahu seperti apa. Ya,
orang menanggap itu (pernyataan presiden soal gaji) sebagai keluhan,
bisa jadi. Jadi, ngga perlulah bicara begitu," Yursil menandaskan.
Yusril: Tak Etis Presiden Ungkap Gajinya
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan