TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi
(Pukat) UGM, Zainal Arifin Mochtar mengatakan, dosa Arthalita Suryani atau Ayin
tidak bisa terhapus dengan hanya mengajar bahasa Inggris.
"Ayin ini kan kita tidak tahu prestasinya. Kalau hanya mengajar bahasa
Inggris. Taruhlah itu prestasi tapi kan tidak bisa menghapus dosanya
ketika menbobol penjara," kata Zainal saat ditemui di Galeri Cafe
komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (27/1/2011).
Menurutnya, ketika Ayin mendapatkan pelayanan istimewa di penjara, dirinya tidak pernah yakin bahwa itu diberikan begitu saja, pasti melalui proses suap.
"Kan itu menunjukan dia tidak tobat. Tobat dengan model-model
mendapatkan sesuatu dengan uang yang dia miliki," katanya.
Zainal merasa heran kalau kemudian Ayin dicap memiliki prestasi oleh Menkumham lalu diberikas remisi dan pembebasan bersyarat.
"Artinya ada yang salah di kepala pejabat negeri ketika melihat itu
sebagai suatu keberhasilan. Menurut saya jelas ada yang keliru di kepala
mereka," ujarnya.
Ayin direncanakan hari ini akan menghirup udara segar di luar penjara
karena akan bebas bersyarat, namun ternyata Menkumham tidak jadi
memberikan kebebasan untuk Ayin.
Dosa Ayin Tak Hapus dengan Mengajar Bahasa Inggris
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan