TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pengacara dari Biro Hukum Mata Hati Tangerang, Syaiful Hidayat, mengklaim amplop cokelat berisi uang Rp 50 juta yang ditemukan penyidik KPK dari mobil Terrios hitam dengan nomor polisi B 1835 VFD milik DSW, adalah donasi untuk sumbangan masjid.
Tapi, dari penelusuran Tribunnews.com, Minggu (13/2/2011), seorang warga mengaku di tempat tinggal rumah DWS tidak ada masjid, hanya musala. Saat dikonfirmasi kepada Ketua Lingkungan setempat, Wagino tak mengetahui kalau ada renovasi masjid.
"Di sini enggak ada pembangunan masjid. Kayaknya enggak ada ya. Kalau di komplek sebelah kampung sini ada. Itu di luar kampung. Saya enggak tahu, apakah dia secara pribadi memberi donasi untuk masjid di sana," ujar Wagino ditemui di rumahnya.
Menurut Wagino, dirinya belum mendapat informasi apapun kalau DSW memberikan donasi untuk pembangunan masjid, sebagaimana disampaikan penasihat hukumnya Syaiful. Wagino sempat bertanya, apa mungkin uang sejumlah itu akan didonasikan semuanya.
Dari keterangan Syaiful kemarin, kliennya adalah salah satu panitia pembangunan masjid. Rencananya uang itu juga akan digunakan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim. Syaiful membantah uang itu hasil pemerasan DSW terhadap pegawai BRI, yang juga ditangkap KPK Jumat malam.
Namun Syaiful membantah amplop itu didapat kliennya hasil memeras pegawai BRI. Karena amplop yang diberikan pegawai BRI kepada DSW adalah donasi, bukan karena disuap. "Yang saya ketahui memang ada bantuan donasi yang diserahkan. Ada donasi untuk anak yatim, majelis" ujar Syaiful.
Warga Tak Tahu DSW Sumbang Dana Masjid
Penulis: Y Gustaman
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan