TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bertempat
di salah satu tempat Markas Komande Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok,
Abdul Haris bin Zainudin memberatkan keterlibatan Amir Jamaah Anshar
Tauhid Ustad Abu Bakar Baasyir dalam dugaan perkara tindak pidana
terorisme, Senin (14/3/2011).
Hadir sebagai saksi via
teleconference, Haris yang dipercaya Baasyir sebagai bendahara pengumpul
dana pelatihan teroris Aceh, mengungkap pemutaran video pelatihan
kepada para donatur adalah bentuk pertanggungjawaban.
Menurut
Haris, video itu pertama kali dipertontonkan kepada dokter Syarif Usman,
donatur asal Pandeglang yang memberi Rp 200 juta plus handycame, di
salah satu kamar Kantor Jamaah Anshar Tauhid Wilayah Jakarta, di daerah
Perdatam, Jakarta Selatan. Ia membenarkan Baasyir ikut nonton bersama
Syarif.
Video yang sama dipertontonkan ke Hariadi Usman, donatur
asal Bekasi. Hariadi menonton video didampingi Baasyir, Harris dan
lainnya. "Sebagai bukti uang itu tidak kami selewengkan dan sesuai
tujuannya maka kami putarkan video dan inilah hasilnya," ujar Haris.
Haris
mengaku, uang infak yang diterima dari donatur adalah untuk jihad di
jalan Allah. Karena asalnya dari infaq, maka tak ada kwitansi karena
infaq bersifat pemberiaan satu pihak ke orang lain. "Sebelumnya kami
menerima infak dalam jumlah tidak sedikit dan tidak ada kwitansi,"
jelasnya.
Pemutaran Video Bukti Donasi Tak Diselewengkan
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan