TRIBUNNEWS.COM - Fakta terbaru terungkap terkait sosok Prihantini yang tengah viral lantaran diduga melakukan pemalsuan riset dalam konferensi ilmiah yang digelar di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026 lalu.
Adapun konferensi ilmiah yang dimaksud yakni International Society of Pneumonia and Pneumococcal Disease (ISPPD) 2026.
ISPPD merupakan konferensi ilmiah global yang memiliki fokus utama di bidang penyakit pneumonia dan penyakit pneumokokal.
Forum tersebut dihadiri oleh ribuan ilmuwan hingga peneliti kesehatan yang berasal dari berbagai negara.
Sementara, dugaan pemalsuan riset yang dilakukan Prihantini pertama kali diungkap oleh sesama peserta konferensi bernama Wa Ode Dwi Daningrat.
Sosok yang akrab disapa Dwi ini merupakan peneliti di bidang clinical medicine di University of Oxford.
Baca juga: Soal Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark, Ketua Komisi X DPR Minta Pemerintah Segera Investigasi
Dwi membeberkan kejanggalan terkait hasil riset Prihantini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (25/5/2026) lalu.
Salah satunya terkait terkait 19 abstrak yang diperlihatkan dalam forum tersebut. Menurutnya, tidak masuk akal abstrak sebanyak itu bisa dibuat dalam waktu singkat.
Ia menduga abstrak tersebut dibuat dengan menggunakan artificial intelligence (AI) dan berujung tidak akurat karena mengandung fabrikasi data.
Dalam perkembangannya, latar belakang pendidikan Prihantini pun turut menjadi sorotan.
Alumni Magister ITB
Ternyata, dirinya merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) angkatan 2020.
Hal ini diungkap oleh Dekan FMIPA ITB, Aep Patah. Dia juga mengatakan bahwa Prihantini lulus pada tahun 2022.
"Saudari Prihantini merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022," kata Aep dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (28/5/2026).
Namun, Aep menegaskan segala materi yang dipresentasikan Prihantini tidak berkaitan dengan ITB.
"Materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB."
Baca tanpa iklan