TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) tak mengakui
telah mengeluarkan selebaran yang berisi target orang-orang yang akan
dibunuh Mujahidin, yang tersebar saat demonstrasi sidang Amir JAT Abu
Bakar Baasyir di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 10 Februari
2010.
Juru bicara JAT, Son Hadi menyatakan bahwa setiap selebaran
yang dikeluarkan JAT selalu disertai kepala surat dan stempal
organisasi. Namun, selebaran yang ada saat demonstrasi saat itu tidak
tertera kepala surat dan stempelnya.
"Kalau kita selalu mengedarkan
selebaran resmi yang ada kop dan nomor kontak dan ada stempelnya dari kita,"
ujar Son Hadi saat dihubungi, Kamis (17/3/2011).
Saat
demonstrasi memberi dukungan ke Baasyir itu, seorang peserta membawa
selebaran bertuliskan tiga orang yang dianggap 'buronan', yakni Komjen
Kepala BNN Gories Mere, Direktur Penahanan BNPT Kombes Petrus Golose dan
aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Guntur Romli.
Isi selebaran tersebut berbunyi: "Buronan Mujahidin: Peter Golose, Gories Mere, Guntur Romli. Dicari hidup atau mati".
Dan
saat ini, Guntur Romli mengaku khawatir akan keselamatan jiwa karena
ancaman lewat selebaran itu telah terbukti dengan kiriman bom ke Gories
Mere.
Sementara, Son Hadi mengaku hanya mengetahui soal selebaran itu dari media massa dan belum melihatnya secara langsung.
Sejauh
ini, lanjut Son Hadi, JAT belum mengetahui asal-usul selebaran
tersebut. Sebab, banyak kelompok massa yang berbaur saat menghadiri
sidang Baasyir di pengadilan.
"Kami tidak bisa mengontrol, karena
banyaknya orang. Kami tidak bisa membatasai, melarang orang
menyebar-nyebarkan. Apa hak kita," ujarnya.
Di tempat terpisah,
Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan, selebaran itu
akan dijadikan bahan penyelidikan lebih lanjut kepolisian atas
serangkaian aksi teror bom buku beberapa hari ini. "Lihat dari
penyelidikan. Boleh, boleh, nanti dipakai," ujar Boy.
Sekalipun
Polri akan mengusut selebaran itu, JAT memastikan tidak akan
bertanggungjawab. "Kami kan lembaga resmi, JAT. Artinya,
selebaran-selebaran kita, bahkan ada kontak person yang bisa kita tulis,
ada alamat yang bisa dikonfirmasi. Kalau selebaran itu, kita tidak
bertanggung jawab, kita tidak tahu," tegas Son Hadi.
JAT Tak Akui Selebaran Daftar Target Mujahidin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan