News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Teror Bom Buku

Masyarakat Bukan Parno Tapi Waspada Bom Buku

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buku saat belum meledak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyaknya laporan paket mencurigakan yang diterima polisi menurut Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Sujarno merupakan bentuk kewaspadaan masyarakat setelah ramainya pemberitaan terkait kiriman paket berupa bom buku.

Hari ini tercatat di wilayah kerja Polda Metro Jaya ada beberapa masyarakat yang melaporkan adanya paket mencurigakan seperti di Pondok Indah, Condet, DPR, Utan Kayu, Lenteng Agung, dan Mendawai semuanya setelah dilakukan pengecekan oleh Gegana ternyata bukan paket bom.

Lalu apakah ini bentuk paranoid dari masyarakat? Menurut Kepala Biro Operasi Kombes Pol Sujarno menjelaskan bahwa paket bom buku tersebut sebenarnya dikirimkan hanya satu hari.

"Hari Selasa (15/3/2011) semua, yang Utan Kayu Selasa, BNN Selasa, Pak Yapto Selasa, dan Ahmad Dhani Selasa juga, cuma dibukanya hari Kamis (17/3/2011)," kata Sujarno saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/3/2011).

Jadi jangan seolah-olah di Jakarta ini setiap hari ada bom. "Nah, yang setelah ini (kiriman bom buku Selasa) baru sifatnya benda yang mencurigakan, setelah di dispossal ternyata bukan bom," ujarnya.

Lanjutnya yang betul bom itu ada empat pertama yang di Utan Kayu, kemudian di BNN, kediaman Yapto, dan Kantor Ahmad Dhani. Banyaknya laporan tersebut diawali dengan adanya empat kiriman tersebut.

"Ini kan ketika kejadian Utan Kayu, ada kiriman seperti itu dampaknya menimbulkan kewaspadaan masyarakat terhadap dirinya. Kalau saya katakan bukannya 'parno' masyarakat tapi kewaspadaannya muncul. Ketika ada kiriman paket dia melaporkan pada kita, nah itu jadi bagus," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini