TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dikritik keras oleh
Ketua DPR, Marzuki Alie. Hal tersebut dilakukan menyusul rencana gugatan
yang akan dilakukan oleh LSM Fitra menyoal gedung baru DPR.
Marzuki
menilai LSM hanya mengaku-ngaku mengatasnamakan rakyat dalam tugasnya,
padahal secara legal DPR lah yang berhak mengklaim sebagai wakil rakyat.
"Kuat
ringannya, DPR juga wakil rakyat, ini kan jelas representasi daripada
rakyat dipilih oleh rakyat, LSM mengatasnamakan rakyat siapa?dia dipilih
rakyat kepengurusannya?," ujar Marzuki saat ditemui di gedung DPR,
Jakarta, Senin (28/3/2011).
Menurut Marzuki, LSM hanya
mengatasnamakan sebagian kepentingan anggota masyarakat saja. Secara
legal, DPR lah yang dapat mengatasnamakan rakyat.
"DPR ini
lembaga legal, masa hasil pemilu nggak dihormati NGO-NGO itu tumbuh
matinya semaunya karena kebebasan. Representasinya rakyat,
mengatasnamakan sebagian anggota masyarakat, mungkin dulu kalah pemilu
golput, dalam era demokrasi hargai dunks, tidak hargai hasil pemilu,"
jelasnya.
Sebelumnya, gugatan dilayangkan kepada Dewan Perwakilan
Rakyat, cq Ketua DPR, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) yang
menyusun anggaran rumah tangga DPR dan seluruh anggota BURT. Draf
gugatan kini masih dalam tahap penggodokan. Fitra cs tengah
mempertimbangkan jenis gugatan seperti apa yang akan dipilih.
Rencana
pembangunan gedung baru DPR yang mahal itu telah mengindikasikan
perbuatan melawan hukum oleh penguasa. Sebab dalam UU tentang Keuangan
Negara ada prinsip penggunaan anggaran haruslah efektif, efisien dan
mengedepankan azas kepatutan dan keadilan.
Pembangunan gedung ini
melanggar kepatutan dan keadilan karena semewah ini. Juga diatur dalam
UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) bahwa ada kewajiban mendahulukan
kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Pembangunan
gedung tersebut memperlihatkan bahwa DPR lebih mementingkan kepentingan
golongan untuk mendapatkan fasilitas mewah ketimbang kepentingan
negara.
Pengajuan gugatan tersebut merupakan salah satu sarana
pendidikan politik bagi masyarakat. Sebab masyarakat selama ini telah
menyetorkan pajaknya demi pembangunan negara. Namun uang pajak malah
digunakan untuk pembangunan gedung mewah bagi DPR.
Ketua DPR Anggap LSM Tak Mewakili Rakyat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan