TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Citibank, Shariq Mukhtar tampak serius mendengarkan argumentasi Melchias Markus Mekeng dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang secara khusus membahas kematian Irzen Octa dan kasus penggelapan dana nasabah yang dilakukan oleh Melinda Dee, Selasa (5/4/2011). Dalam kesempatan itu, Mekeng kemudian membuka aib Citibank yang lain.
"Saya melihat ini bukan rahasia umum lagi apa yang diterapkan oleh Citibank. Bila terlambat satu hari saja membayar, nasabah dicaci maki. Ini kerjaan Citibank dan ini harus dibuka. Karena ini sudah mencoreng nama baik bangsa," ujarnya.
Politisi Golkar ini kemudian seakan menantang Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution untuk berani bersikap tegas kepada Citibank, meski merupakan salah satu bank asing.
"Pak Darmin harus terapkan sanksi. Kalau tak mau, kita akan adakan pansus. Karena kalau tak dilakukan akan banyak bank yang pelihara debt colector. Citibank harus diberi sanksi, tak boleh terbitkan kartu kredit selama satu tahun. Kalau di negara lain, itu biasa itu bisa," imbuhnya.
Dia menjelaskan, sikap tegas Bank Indonesia justru akan mendongkrak wibawa perbankan nasional, dan bangsa Indonesia.
"Tunjukkan wibawa Bank Indonesia, bahwa kita bisa memberikan sanksi atas kejadian yang tak patut itu. Menagih itu tidak dengan cara yang kasar tapi harus dengan kasih," terangnya.
Sebelumnya, politisi PDI-P, Arif Budimanta meragukan standart operating procedur yang dilakukan oleh Citibank. Arif juga meragukan pengawasan internal perbankan Citibank.
Politisi Golkar Buka Aib Citibank
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Ade Mayasanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan