TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sangat sulit mencerna
hasil rapat konsultasi pimpinan DPR tentang rencana pembangunan DPR.
Pertama, faktanya masih ada dua fraksi yang tetap menolak. PDIP menyatakan
meminta menunda rencana pembangunan. Jelas tak ada kesepakatan dalam
hal ini.
"Yang nyata tetap ada perbedaan yang sejatinya membuat
posisi DPR setidaknya menunda bukan melanjutkan. Kedua bagaimana DPR
menyatakan meminta PU melakukan efesiensi anggaran pada saat yang sama
proses pembangunan gedung tetap berjalan," kata Direktur Eksekutif
Lingkar Madani Indonesia, (LIMA) Ray Rangkuti, Kamis (07/04/2011).
Sejatinya,
ujar Ray, proses pembangunan gedung harus dinyatakan ditunda terlebih
dahulu sampai ada keterangan dari pihak PU tentang penghematan yang
dimaksud. Artinya, proses pembangunan gedung baru dapat dinyatakan
berlangsung setidaknya setelah ditetapkan anggaran baru melalu APBNP.
"Jika
tidak dapat diduga proses penghematan yang dimaksud akan berpotensi
untuk menggelabui masyarakat kembali. Pernyataan penghematan yang
diumbar tak lebih akan menjadi pemanis belaka sampai nyata-nyata pihak
DPR menyatakan telah menetapkan anggaran baru," ungkapnya.
"Lebih
dari itu, hal ini justru berpotensi membuka ruang masuknya permainan
anggaran di dalamnya yang dapat berujung pada tindakan korupsi.
Lebih-lebih, DPR tidak menyebutkan kapan kepastian pengumuman anggaran
yang dimaksud dilakukan," katanya lagi.
Keputusan DPR Soal Pembangunan Sulit Dicerna
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan