TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Peningkatan Produksi, Imam Supriyanto menganggap lumrah, mantan atasannya, Panji Gumilang menunjuk Profesor Yusril Ihza Mahendra sebagai tum hukumnya. Penunjukkan Yusril oleh Panji, menurut Imam, tak lain karena sudah merasa terpojok, sehingga patut untuk dimaklumi.
"Jadi, dia (Panji) setelah terpojok nampaknya meningkatkan pertahanannya. Salah satu caranya dengan menambah tim hukumnnya, Profesor Yusril. Dapat dimaklumi, dan saya senang," kata Imam kepada tribun, Sabtu (16/07/2011).
Imam menuturkan, makin semangt dengan ditunjukknya Profesor Yusril Ihza Mahendra menjadi tim hukum Panji Gumilang. Apalagi, Yusril adalah mantan profesor yang sempat memberikan mata kuliah tentang pemikiran politik Islam.
"Saya senang, dan kemampuan hukum politik saya, sekarang diuji langsung dalam menghadapi kasus sekarang ini oleh salah seorang profesor, yang pernah memberi mata kuliah kepada saya, tentang pemikiran politik Islam. Ini, makin menguatkan saya ketika itu sehingga bergabung ke NII," ujarnya.
Dengan ditunjuknya Profesor Yusril sebagai tim hukum Panji Gumilang, Imam menegaskan, tak akan mampu melumpuhkan kekuatan untuk mengungkap siapa Panji Gumilang sebenarnya. Yang menurutnya, Panji Gumilang adalah pemimpin tertinggi NII KW 9.
"Alih-alih mereka mau melumpuhkan kekuatan kami dengan berhadapan melawan profesor. Kami juga ahli dalam mengkonsultani, melakukan investasi di luar negeri," sindir Imam Supriyanto.
Mantan Menteri NII Tak Takut Hadapi Yusril
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan