News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan Ambon

HMI: Rusuh Terjadi Usai Mahasiswa Demo Gubernur

Penulis: Domu D. Ambarita
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana Pertikaian di Sekitar Tugu Trikora, Minggu (11/9/2011) Diduga pertikaan dipicu tewasnya seoarang tukang ojek yang diduga dianayiaya sekelompok pemuda. (HO/Blackberry)


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Domu D Ambarita

TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta pemerintah bertindak tegas, dan cepat untuk mengatasi konflik horizontal di Kota Ambon. Jika pemerintah lamban, ketidakpuasan makin membekas dan menyebabkan keresahan kian luas.

Menurut HMI, konflik yang terjadi di Ambon, dan di seluruh penjuru Nusantara, tak terlepas dari kesalahan pemerintah dalam menangani serta menjaga pertahanan dan keamanan negara.

“Konflik di Ambon yang mulai meluas, pada dasarnya hanyalah tindak kriminalitas murni individu. Lalu, mengapa pemerintah tampak lamban serta terkesan tidak mau menyelesaikan konflik itu,” ujar Ketua Umum PB HMI Noer Fajrieansyah kepada Tribunnews.com saat berbincang di Hotel Michle Angelo, Vatikan, Selasa (13/9/2001).

HMI juga meminta Gubernur Maluku Brigjen (Purn) Karel Albert Ralahalu agar turun tangan meredam konflik. HMI mencurigai keganjilan di balik rusuh Ambon. Kecurigaan itu berupa pengalihan isu yang tengah didengungkan organisasi kemahasiswaan.

"Informasi yang kami dapat dari HMI Cabang Ambon, dua hari sebelum kejadian, kawan-kawan aktifis Organisasi Kemasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung (HMI, PMKRI, PMII, GMNI, GMKI)  turun ke jalan mendemo "rekening gendut" gubernur. Besoknya, aktifis kembali aksi turun jalan untuk perkara serupa. Mengapa tiba-tiba ada keributan, dan mengapa aparat keamanan tidak bertindak tegas?" tanya Fajrie.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini