News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom Bunuh Diri Solo

Dewan Pembina PD: Terlalu Mudah Katakan Ini Pengalihan Isu

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto pria yang diduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton Jl. AR Hakim Solo, Minggu (24/9/2011). Foto ini beredar lewat jaringan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok menganggap peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah bukan upaya pengalihan isu.


"Terlalu mudah bila mengatakan (peristiwa) ini pengalihan isu," kata Ahmad Mubarok usai acara "Reshuffle dan Komitmen Pemberantasan Korupsi" di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (25/9/2011).

Menurut Ahmad, peristiwa yang terjadi di Solo kemungkinan karena intelijen yang kecolongan. Hal itu, kata Ahmad, dikarenakan anggaran intelijen yang kecil.

"Kita pahami intelijen sekarang tidak sekuat dahulu," ujarnya.

Ahmad menuturkan anggaran intelijen Indonesia berbeda dengan Israel atau Amerika Serikat yang tidak terbatas. Saat era Soeharto, lanjut Ahmad, anggaran intelijen juga tergolong tinggi. "

Tetapi dananya tidak dari APBN saja tetapi 'kompas' kiri-kanan," katanya.

Mengenai pelaku bom bunuh diri, Ahmad menduga orang tersebut mengalami gangguan psikopat seperti peristiwa Cirebon.

"Ini aneh karena dia (pelaku) ikut jemaah disitu," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebuah bom meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, sekitar pukul 11.00 WIB.  Diketahui satu orang tewas dan belasan jamaah gereja luka-luka. Korban tewas dinyatakan oleh pihak kepolisian, merupakan pelaku peledakan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini