News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ambang Batas Parlemen

Demokrat: Mana Berani PAN Keluar dari Setgab

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Shutan Batoegana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat (PD), tak yakin Partai Amanat Nasional (PAN) berani meninggalkan Sekretariat gabungan (Setgab) koalisi. Selain Ketua Umum DPP PAN, Hatta Radjasa yang mewacanakan keluar dari Setgab, Demokrat menganggap ancaman itu, hanya sekedar angin lalu semata.

‎​"Wah, yang benar saja PAN mau keluar Setgab. Kalau yang bicara Pak Hatta baru berita tuh. Saya masih percaya, Setgab masih tetap Kompak kok. Perbedaan pasti ada, karena masing-masing punya kepentingan untuk 2014. Tapi, untuk mengawal program-progam pemerintah yang pro rakyat pasti kompak tuh," tandas Ketua DPP PD, Sutan Batoegana, Senin (07/11/2011).

Sebelumnya diberitakan, Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) kembali mengancam akan keluar sebagai mitra koalisi pemerintah yang berhimpun di Sekretariat gubungan (Setgab) koalisi. Setgab, dianggap sudah tak berguna lagi sehingga PAN menganggap, untuk apa terus di dalam Setgab koalisi.

"PAN memang berencana keluar dari Setgab koalisi. Karena setgab sudah tidak bisa memberi manfaat bagi pertemuan ide, gagasan, dan cita-cita anggota setgab. Rasanya, Setgab baru fungsional bila ada kepentingan Partai Demokrat (PD). Kalau tidak ada kepentingan PD, maka setgab seperti mati segan hidup pun megap-megap," ujar Ketua DPP PAN Bidang Pemenangan Pemilu, Viva Yoga kepada tribun, Selasa (07/11/2011)

Sutan menganggap, rencana PAN keluar dari Setgab koalisi salah kaprah. Ditegaskan, semua partai, semangatnya, menginginkan penyederhanaan partai agar tidak terlalu banyak. Untuk itu, ambang batas (PT) yang diatur dalam UU Pemilu, tentu harus ada progresnya.

"Katanya mau memihak kehendak rakyat, kok PT aja dibuat seperti kiamat. PD, tadinya malah mengajukan lima persen (ambang batas parlemen). Akan tetapi, agar lebih moderat, menjadi empat persen. Kan, ini semua masih dalam tahap untuk dibahas. Bagi Demokrat, yang bermanfaat untuk rakyat, bermanfaat untuk Demokrat," Sutan menegaskan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini