News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom Buku

Pepi Fernando Dituntut Seumur Hidup Pengacara Keberatan

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka terorisme bom buku dan bom Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang, Pepi Fernando (dua kiri)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tuntutan seumur hidup yang dijatuhkan jaksa penuntut umum terhadap Pepi Fernando, otak pelaku bom buku berapa waktu lalu, disikapi rasa kecewa pengacaranya dari TPM Palu, Asludin Hatjani. Menurut Asludin, tuntutan seumur hidup tak masuk akal.

"Melihat tuntutan JPU berlebihan. Kalau melihat korban bom siapa? Mereka korban tidak sengaja. Korban anggota polisi itu petugas polisi yang menjinakkan bom. Terus korban pemulung," ujar Asludin kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (13/2/2012). 

Jaksa Bambang Suharyadi dalam persidangan tadi menyatakan Pepi terbukti melanggar pasal 15 junto pasal 6 UU No 15 Tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme. Hukumannya berat atas pertimbangan Pepi tak mengakui perbuatannya.

Pepi merencanakan beberapa teror bom. Pertama mengincar rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan menimbun bom dekat jalan yang biasa dilewatinya. Selain merancang bom buku untuk musisi Ahmad Dhani, Ketua Pemuda Pancasila Japto Suryo Sumarno, tokoh JIL Ulil Absar Abdala dan Komjen Gories Mere.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini