TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mempertanyakan konsistensi hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei belakangan ini.
Apalagi dalam hitungan beberapa hari posisi parpol yang disurvei dengan cepatnya bertukar tempat.
"Tentunya PAN wajib menghargai survei. Sungguh pun dari konsistensi ataupun independensi perlu dipertanyakan ulang. Karena bagaimana bisa satu periode ada hasil survei yang sangat berbeda. Satu sisi partai pemenang pemilu di satu survei, di survei lainnya di bawah," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan di gedung DPR RI Jakarta, Senin (12/3/2012).
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis klasemen sementara partai politik pemenang pemilu jika Pemilu diadakan sekarang. Hasilnya cukup mengejutkan, Golkar diurutan teratas dan akan memenangkan pemilu jika diadakan sekarang dengan perolehan suara 17,7 persen, disusul PDIP 13,6 persen dan Demokrat 13,4 persen.
Sementara partai politik baru NasDem diurutan keempat dengan 5,9 persen. Mengalahkan partai menengah yang sudah lama eksis seperti PKB, PAN, PPP, dan PKS. PAN dalam survei itu ditempatkan di urutan ke-9.
Menurut Taufik, namanya survei masih sementara dan bisa berubah.
"Apalagi sampling bagaimana mewakili 240 juta rakyat Indonesia. Ada juga figur capres yang belum tentu nyapres kok disurvei. Setahu saya survei dilakukan setelah ada bakal calon menjadi calon. Pada saat orang belum memiliki kendaraan politik sudah disurvei," ujar Taufik yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI.
Taufik yakin PAN akan menyodok masuk lima besar pada Pemilu 2014 nanti.
"Tanpa bermaksud memandang ini bagian strategi, Insya Allah hasil survei internal PAN sangat positif, teman daerah sumringah optimis. Yang ini hanya PAN dan Tuhan yang tahu," ujarnya.
Baca tanpa iklan