News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rencana Kenaikan Harga BBM

Istana: TNI Dilibatkan Sesuai Eskalasi Lapangan

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tiga orang mahasiswa mengenakan topeng bersiap-siap melempar jerigen kosong saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (22/3/2012). Sekitar 100 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat ini menyerukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wakilnya Boediono turun dari jabatannya jika sampai menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April mendatang, karena dapat menimbulkan kemiskinan baru bagi masyarakat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Publikasi dan Dokumentasi Brigjen TNI Ahmad Yani mengatakan pelibatan TNI dalam penanganan unjuk rasa sudah ada ketentuan perundang-undangannya serta sesuai SOP (standar operasional prosedur).

"Bukan kebijakan sesaat. TNI terlibat hanya atas permintaan Polri setelah membaca eskalasi lapangan yang dihadapi," kata Ahmad Yani ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (23/3/2012), malam.

Dia menegaskan koridor tindakannya jelas. Yaitu memandu dan memastikan unjuk rasa berlaku tertib, dan menindak tegas apabila anarkhis. "Tidak ada yang berlebihan," kata Ahmad Yani.

Keberadaan pasukan TNI di ring II depan Istana Presiden Jakarta tiga hari lalu ketika menangani ribuan pengunjuk rasa menentang kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

DPR misalnya berpendapat pelibatan TNI itu melanggar undang-undang (UU) dan tidak pantas menangani pengunjuk rasa sebab bukan untuk berperang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini