News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tak Ada Pengganti Busyro, Rapat Komisi III Ditunda

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pimpinan KPK Busjro Muqoddas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Polri, KPK dan Kejaksaan Agung akhirnya ditunda. Pasalnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas harus berangkat ke Nanggroe Aceh Darussalam. Sehingga KPK hanya diwakilkan oleh Zulkarnaen.

"Kalau Pak Busyro meninggalkan rapat maka harus ditunda dan kita tutup saja," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Azis Syamsuddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/9/2012).

Azis mengatakan pihaknya tidak bisa mengambil kesimpulan rapat karena bersifat kolektif kolegial. Walapun dalam rapat yang membahas penarikan penyidik Polri dinilai Azis merupakan hal yang wajar.

"Kejaksaan kan sering juga ditarik dari KPK, rolling itu wajar, bukan karena dendam tapi mekanisme," kata Azis.

Busyro lalu menjelaskan pihaknya sudah berkonsultasi dengan kepolisian mengenai masalah tersebut.

"Belum ada kata akhir, karena masih pendekatan, mengenai penyidik kami memahami kepolisian menangani kasus yang banyak," ujarnya.

Ia pun mengatakan sudah mendapatkan pernyataan dari Kapolri untuk mengisi kekosongan penyidik yang sudah ditarik.

"Jadi sudah muncul kesepahaman antara KPK dan Polri," katanya.

Busyro kemudia meminta izin kembali agar dapat meninggalkan rapat untuk pergi ke Aceh. Pasalnya, agenda itu sudah lama dijadwalkan. Wakil Ketua Komisi III Nasir Djamil sempat meminta Busyro untuk pergi ke Aceh keesokan harinya.

"Kalau pesawat sore sampai sana malam pak, dengan tidak mengurangi rasa hormat ditunda dan berangkat besok pagi pak. Pemerintah Aceh akan memahami," kata Nasir.

Namun, Busyro tetap menolaknya. Nasir kemudian bertanya kemana pimpinan KPK lainnya sehingga tidak bisa menggantikan Busyro.

"Pak Adnan, sudah di kantor tapi kondisinya kurang sehat karena bekerja malam. Pak Bambang, masih di Pertamina. Pak Abraham Samad sudah dihubungi untuk kesini tapi beliau agak kurang sehat. Kalau ini diteruskan saya juga jadi kurang sehat," ujar Busyro.

Ia pun meminta maaf kepada Jaksa Agung dan Kapolri atas penundaan rapat tersebut.

"Maaf kepada Kapolri dan Jaksa Agung gara-gara kami, rapat ditunda," imbuhnya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini