News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mahasiswa Diminta Tinggalkan Kekerasan

Penulis: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi berusaha memadamkan api yang membakar ban bekas, saat unjuk rasa mahasiswa di depan Kompleks DPR Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2012). Mahasiswa menolak pengesahan RUU Kamnas, yang dinilai akan mengembalikan militer dalam urusan sipil.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Dikti berpesan kepada para mahasiswa agar meninggalkan kekerasan, radikalisme, dan anarkisme, dalam setiap aksi menyuarakan pendapat.

Pesan ini disampaikan oleh Ila Saila, perwakilan Dirjen Dikti, di Hotel kartika Chandra, Senin (22/10/2012), dalam acara silaturahmi Kapolda Metro Jaya dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara.

"Dalam acara ini saya mewakili Pak Dirjen yang berhalangan hadir, agar mahasiswa mendapatkan anugerah dan berpikir dengan hati dan pikiran jernih. Jangan emosional," ucap Ila.

Ila menambahkan, dalam melakukan aksi atau bersikap, mahasiswa sebagai pendorong perubahan bangsa boleh saja panas hati dan pikiran.

Namun, harus juga ingat, bahwa mahasiswa adalah orang yang punya pendidikan tinggi dan berpikir ilmiah.

"Kalau ada yang tidak selaras atau sepaham, selesaikan dengan jernih. Mulai malam ini tinggalkan radikalisme, kekerasan, dan anarkisme," tegas Ila.

Ila menuturkan, beberapa waktu lalu seluruh rektor se-Indonesia menggelar deklarasi anti kekerasan, sehingga mahasiswa juga diminta mendukung deklarasi tersebut. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini