News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mafia Anggaran

Fahd Pernah Minta Bantuan Politisi Golkar Saat Diperiksa KPK

Penulis: Edwin Firdaus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terdakwa penyuapan anggota DPR, Fahd El Fouz (kiri), menjalani sidang perdananya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (12/10/20120). Fahd diduga menyuap tersangka Wa Ode Nurhayati Rp 6,25 miliar melalui Harris Surahman, dalam kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID), Fahd A Rafiq pernah meminta bantuan kepada Ketua harian DPD Aceh Partai Golkar, Zamzami usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan Januari 2012.

Permintaan bantuan itu, agar Zamzami membuatkan kwitansi pinjam meminjam antara dirinya dengan Fahd. Hal itu dilakukan guna mengaburkan fakta yakni Fadh meminjam uang sebesar 7 miliar dari Zamzami untuk mengurus alokasi DPID.

Kepada majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Zamzami mengaku sebelumnya telah mengetahui Fahd meminjam uang itu untuk mendapatkan proyek DPID. Dirinya juga mengaku, jika 7 miliar itu bukan uangnya sendiri, tapi hasil patungan dirinya, Zulbarsyah dan Taufik Reza.

"Dia (Fahd) pernah telepon Januari 2012. Intinya 'bang, gawat. Saya diperiksa KPK. Tolongin saya buatkan kwitansi pinjam meminjam yang uang itu'," kata Zamzami menirukan ucapan Fahd saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Dalam kasus ini, Fahd diduga telah memberikan sejumlah uang kepada Wa Ode Nurhayati dalam kapasitas saat itu, Anggota Banggar DPR. Pemberian dana dimaksudkan meloloskan DPID di 3 kabupaten Aceh.

Wa Ode sendiri telah divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini