Ditanya lebih lanjut oleh hakim, Hartati menjelaskan segala upaya dialakukan yang intinya menolak permintaan Amran.
Namun, Hartati mengakui memang ada penyerahan uang Rp1 miliar. Namun itu untuk dana keamanan, menangani preman-preman yang saat itu menduduki pabrik sehingga produksi terhenti total.
“Tapi belakangan, setelah muncul kasus ini, saya diberitahu ada pemberian uang Rp2 miliar. Saya sama sekali tidak tahu, sehingga saya marah,” ujarnya.
Baca tanpa iklan