News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PDIP Kurang Senang Agus Condro Jadi Whistle Blower

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terpidana kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Agus Condro Prayitno, bersama kuasa hukumnya Firman Widjaja saat akan meninggalkan rumah tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2011). Agus Condro mendapat perlakuan khusus dalam menjalani hukuman atas korupsi yang dilakukannya, dan akan ditahan di lokasi yang dekat dengan rumahnya di Lembaga Pemasyarakatan Alas Roban, Jawa Tengah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan menilai, politik sandera masih menjadi trend pada tahun 2013 mendatang. Partai berlambang banteng itu menyatakan masih trauma dengan kasus cek pelawat.

"Politik sandera, balas dendam melalui institusi penegak hukum lebih marak di 2013," kata Ketua DPP PDIP Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan Trimedya Panjaitan dalam refleksi akhir tahun PDIP di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (30/12/2012).

Trimedya mengatakan, saat itu Agus Condro mengungkap keterlibatan sejumlah anggota DPR dalam kasus cek pelawat. Agus, kata Trimedya, mengungkapkan hal itu menjelang Pemilu 2009.

"Saya kurang setuju dia jadi whistle blower, akhirnya suara PDIP turun 6 persen dari 20 persen pada 2004 menjadi 14 persen pada 2009," kata anggota Komisi III DPR itu.

Untuk itu, Trimedya mengatakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan pada anggota legislatif dan eksekutif agar ketat terhadap anggaran.

Pasalnya, trend korupsi terjadi pada prioritas pengadaan barang dan jasa.

Trimedya mengatakan, 40 persen pengadaan barang menguap entah kemana. "Sekitar Rp 300-400 triliun dari APBN 2012 sebanyak Rp 1.700 triliun untuk belanja modal. Apabila 40 persen dikorup, itu berapa? Padahal bisa untuk kepentingan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan pendidikan," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini