News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Artis Terjerat Narkoba

Tanaman Khat di Puncak Dibawa Turis Yaman

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga penanam khat berdiskusi dengan Kepala Humas BNN Kombes Sumirat (kedua kanan) di Cisarua, Bogor Jawa Barat, Selasa (5/2/2013). Tanaman khat (Chata edulis), bahan dasar chatinone, zat narkotika golongan I, ditemukan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Di daerah tersebut, tanaman khat menjadi mata pencaharian warga. KOMPAS IMAGES/FABIAN JANUARIUS KUWADO

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sumirat Dwiyanto saat berbincang dengan Nanang Surata Wijaya (47), warga RT 01 RW 05 Kampung Pasir, Puncak, Kabupaten Bogor, memberikan edukasi kepada warga, tanaman Khat alias Gat mengandung zat adiktif yang tidak baik untuk kesehatan. Sumirat menceritakan, tanaman ini termasuk tanaman narkotika golongan I, sama seperti ganja. Ia menuturkan awal tanaman itu masuk ke Cisarua.

"Lima tahun lalu dibawa turis dari Yaman, dalam bentuk stek. Itu aslinya dari daerah panas, tapi di Cisarua tumbuh subur tanpa dirawat dipupuk. Di taman dilarang karena mengandung zat berbahaya," kata Sumirat.

Tanaman ini dinikmati dengan cara mengunyahnya dan meresapi sari-sari daunnya. Yang dikonsumsi merupakan daun muda pada tanaman tersebut. Sumirat mengatakan, secara kimiawi, tanaman ini adalah tanaman berbahaya. Efek jangka pendeknya, tanaman ini bisa mengakibatkan sulit tidur dan membuat jantung lebih cepat berdenyut. Dalam jangka panjang, tanaman ini bisa membuat hancurnya gigi.

"Secara kimiawi tanaman ini berbahaya, efek jangka pendek sulit tidur dan mempercepat denyut jantung, sedangkan untuk jangka panjang, gigi akan hancur," jelasnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini