News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

Istana: Survei LSI Berlebihan

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie (kiri-kanan) berbincang usai konferensi pers Rapat Pimpinan Nasional PD, di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (17/2/2013). PD hari ini menyelenggarakan Rapimnas dengan agenda penyelamatan partai dari keterpurukan elektabiltas, karena beberapa anggota partai terlibat kasus korupsi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam berharap masyarakat tidak tertipu daya dengan survei yang menyebut seolah-olah Presiden SBY fokusnya hanya pada Partai Demokrat dan mengabaikan pemerintahan.

"Jadi saya mengatakan tidak benar, bahwa Presiden itu kurang fokus dalam memimpin Pemerintahan ataupaun kenegaraan. Jadi saya bantahlah," kata Seskab di kantor Presiden Jakarta, Senin (18/2/2013).

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada tanggal 11-14 Februari 2013 yang dilansir kemarin menyebut sikap SBY selaku ketua majelis tinggi Demokrat (PD) 'mengambil alih' kepemimpinan partai dari tangan Anas Urbaningrum membuat publik khawatir SBY tidak akan fokus di pemerintahan.

"Walaupun kita tahu ada kekurangan-kekurangan (dalam pekerjaan) dan makin menumpuk dalam arti kita selesaikan sabtu minggu dan malam, jadi tidak ada yang benar dikatakan bahwa Presiden tidak fokus di dalam masalah pemerintahan dan kenegaraan," kata Dipo.

Menurut dia berlebihan kalau dikatakan bahwa gara-gara mengambil alih Demokrat, Presiden disebut tidak fokus mengurus negara.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini