TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga korban pelanggaran HAM, peristiwa Tragedi Semanggi, Trisakti, Talangsari, dan peristiwa lainnya tetap bertahan di halaman Kementerian Koordinator bidang Politik hukum dan keamanan.
Para keluarga korban bersama Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang dipimpin Haris Azhar Azis.
Mereka meminta bertemu dengan Menkopolhukam Djoko Suyanto untuk menenyakan kapan dibentuk peradilan HAM.
"Kapan pengadilan HAM dibentuk untuk kasus penculikan HAM? Tanang sari, Trisakti, Semanggi?" Kata Haris Azhar, Kamis (7/3/2013).
Sumarsih, orang tua BR Norma Irmawan (Wawan), tampak begitu berang.
"Disekolahkan tinggi-tinggi masa itu aja nggak bisa," teriaknya.
Sementara itu pihak Kemenkopolhukam akhirnya menerjunkan Sagomi Tamboen, staf khusus menteri, menemui keluarga korban.
"Saya sangat mengerti apa yang bapak-ibu katakan. Apa yang disampaikan tidak bisa saya jawab hari ini karena memerlukan pemikiran. Kami memberanikan diri menyampaikan permohonan maaf dari beliau karena sedang bertugas," kata Sagomi.
Karena belum mendapat kepastian kapan bisa bertemu Menteri Djoko, keluarga korban memilih duduk di halaman Kemenkopolhukam.
Klik:
Baca tanpa iklan