News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

Tersangka Hambalang Akan Segera Ditahan

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru bicara KPK, Johan Budi

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Leonard A.L Cahyoputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK memastikan dalam waktu tidak lama lagi akan ada tersangka kasus dugaan korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON)  di Hambalang,Bogor, Jawa Barat yang dijebloskan ke sel tahanan.

"Tidak lama lagi akan ada penahanan, tapi kita harus samakan persepsi tidak lama itu," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan, di Kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan,Senin (13/5/2013).

Akan tetapi belum diketahui siapa duluan dari tiga tersangka yang akan duluan  mendekam di tahanan. Yang jelas dalam kasus ini, KPK lebih dulu menetapkan bekas pejabat Kementerian Pemuda Olahraga, Deddy Kusdinar.

Menyusul kemudian, bekas Menteri Pemuda Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. Tak lama berselang, bekas pejabat di PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mochamad Noor, menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp 2,5 triliun ini.

"Semua tersangka pasti ditahan sebelum penuntutan," tegas Johan. 

Dia  menjelaskan, terkait audit dugaan aliran dana Hambalang, sampai hari ini belum diterima pihaknya. 

"Termin pertama soal perhitungan kerugian negara sudah ada dan sudah kita terima. Tapi kalau audit mengenai aliran dana, belum diterima hingga saat ini. Pekan ini mau bertemu BPK," urai Johan.

Mantan  wartawan ini pun memastikan, terkadang dalam sebuah kasus jika sudah selesai perhitungan kerugian negara dari BPK dan bekas penyidikan terhadap tersangka sudah lebih 50 persen kemudian naik ke penuntutan maka tersangka pasti ditahan.

"Tapi bisa juga sebelum  itu. Yang jelas semua yang menjadi tersangka di KPK akan ditahan," kata Johan.

Ia pun membantah tudingan oleh pihak-pihak yang menyatakan penanganan kasus Hambalang mandek alias stagnan. "Tidak benar Hambalang mandek. Kata siapa itu mandek? Kita terus memeriksa saksi-saksi," ujar Johan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini