TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Richard Adkerson, Presiden Direktur Freeport McMoran and Gold Inc, mengaku kaget atas peristiwa runtuhnya tambang PT Freeport Indonesia.
Sebab, Richard sering mendatangi lokasi tersebut. Richard mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, ia sedang berada di Barcelona, Spanyol, mengikuti rapat industri pertambangan. Ia kemudian langsung mengunjungi Indonesia. Richard mengungkapkan, lokasi tambang bawah tanah dibangun pada 1988.
"Saya berulang-ulang sering di ruangan tersebut. Dan kalau saya disuruh masuk, saya yakin tidak takut ke sana," tutur Richard saat mengunjungi DPR, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Dengan kejadian tersebut, Richard mengaku kaget dengan kejadian tersebut.
"Ini tanggung jawab perusahaan. Kami menjamin keselamatan karyawan, tidak ada yang lebih penting," imbuhnya.
Richard menuturkan, Freeport memiliki jejak rekam keamanan tingkat tinggi.
"Banyak operasi pertambangan di dunia di USA, Peru, dan Afrika. Keamanaan sangat penting, inilah yang membuat kaget," ucapnya.
Freeport, papar Richard, berkomitmen pada masalah kemanusiaan. Saat ini, perusahaan pertambangan tersebut sedang melakukan investigasi.
"Saat ini review operasi secara keseluruhan. Kami kagum dengan tim penyelamat yang bekerja full time," katanya. (*)
Baca tanpa iklan