News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ruhut Sitompul: Gara-gara PKS Harga Jengkol Naik

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ruhut Sitompul saat diusir dari acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul, menyalahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena harga jengkol naik.

"Itu kesalahan PKS dan partai oposisi yang mengulur-ulur kenaikan harga BBM," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Menurut Ruhut, karena harga BBM terus diulur-ulur naik, mengakibatkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan hidup masyarakat di pasar, termasuk harga jengkol, ikut naik.

"Jadi, kan para pedagang itu naikkan harga. Mereka kan buying time, akhirnya ada penimbunan dan naik harganya," tutur Ruhut.

Ruhut miris, sebab jengkol adalah makanan favorit rakyat Indonesia, dan harganya harus naik.

"Tapi, hikmahnya kalau harga jengkol naik, bisa merusak ginjal. Jadi, untuk sementara bisa stop makan jengkol dulu," ucap Ruhut.

Ruhut mengaku bukan penyuka jengkol.

"Saya sukanya petai. Harga jengkol boleh naik, tapi petai jangan. Ruhut ini raja petai soalnya. Jadi, ya kita kurangilah konsumsi jengkol," bebernya.

Dalam beberapa hari terakhir, harga jengkol naik di sejumlah wilayah di Indonesia. Di Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, harga jengkol mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Padahal harga biasa Rp 20 ribu per kilogram.

Di Pasar Singaparna Tasikmalaya, sebulan belakangan pedagang tidak mendapat pasokan jengkol. Harga jengkol di pasar itu, terakhir mencapai Rp 50 ribu per kilogram, lebih mahal dari harga ayam yang Rp 28 ribu per kilogram. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini