News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konvensi Demokrat

Endriartono Sutarto Tanggapi Ucapan 'Enak Jamanku Toh'

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah mobil dengan stiker bergambar Presiden RI ke-2, HM Soeharto bertuliskan penak jamanku to... (enak zaman saya kan..., red) melintas di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2013). Ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah sekarang, membuat mereka mengekspresikannya dengan stiker itu. Warta Kota/Henry Lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peserta Konvensi Demokrat Endriartono Sutarto menilai demokrasi harus terus diperbaiki. Ia pun turut mengomentari tulisan-tulisan yang kini banyak ditemui di berbagai tempat yakni "piye kabare? Enak jamanku toh."

"Enak jamanku toh, ya boleh saja kalau sekedar selingan tetapi jangan berpaling dari demokrasi," kata Endriartono saat melakukan pidato politik di Sekretariat Konvensi Demokrat, Jakarta, Senin (6/1/2014).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan kekurangan dalam demokrasi harus terus dibenah agar tidak menimbulkan kejenuhan di masyarakat. "Kalau tidak masyarakat tidak merasakan apapun," ujar Endriartono.

Ia mengatakan saat ini tampak nyata adanya perubahan dibanding era orde baru. Ia mencontohkan adanya kebebasan berserikat dan berpendapat. Media juga mendapatkan kebebasannya.

Menurut Endriartono hal itu merupakan bagian dari demokrasi. Meskipun banyak yang belum kita lakukan dalam alam demokrasi.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh mengikuti cara demokrasi negara lain. Sebab, Indonesia memiliki kekhasan sendiri.

"Kita tidak boleh meniru demokrasi manapun karena punya kekhasan, karena tidak sesuai dengan jati diri bangsa, yang sesuai ya Demokrasi Pancasila," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini