News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi Nilai Kurikulum 2013 Masih ada yang Kurang

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Revolusi Pendidikan berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2013). Aksi yang dilakukan pertepatan dengan hari pendidikan nasional ini, menuntut dihentikannya komersialisasi dan kapitalisasi pendidikan, mencabut ujian nasional, membatalkan kurikulum 2013, serta mencopot Menteri Pendidikan M.Nuh. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui, bahwa dalam pelaksanaan kurikulum baru tahun 2013 masih ada sedikit kekurangan dalam pelaksanaannya.

"Kalau lihat di lapangan ingin bicara apa adanya. Saya kira masih kurang dikit. Masih belum ada yang sampai ke sekolah," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Jokowi mengatakan wajar jika masih ada kekurangan. Sebab, banyak perubahan besar dalam kurikulum baru ini, misalnya dalam kegiatan belajar mengajar.

"Memang berubah total cara berlajar dan mengajar. Kalau dilihat di lapangan. Sekarang ini proses belajar banyak yg dikskusi. Kemudian anak-anak dibentuk untuk membentuk sebuah tim atau kelompok dan berdikusi di situ. Kemudian guru juga sama. Tetapi diberikan huruf dan komentar," ucap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menganggap positif kurikulum baru tahun 2013 ini. Dengan adanya sistem belajar mengajar yang baru, merangsang siswa untuk berpikir kreatif dan proaktif.

"Ini bagus sekali. Ini merupakan perubahan total di dunia pendidikan," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini