News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

TNI AU Tak Mau Bandara Halim Total Komersial

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pesawat Kepresidenan RI jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, Rabu (16/4/2014). Pesawat kepresidenan pertama milik Republik Indonesia tersebut melakukan percobaan penerbangan dari tanggal 16 hingga 17 April dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara SIM Aceh Besar, Bandara Lanud AU Manado Sulawesi Utara, dan Bandara Lanud AU Merauke. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Udara (AU) menolak  bandara Halim Perdana Kusuma jadi komersial secara penuh. Karena bandara Halim ingin digunakan TNI AU secara maksimal untuk pelatihan pertahanan dan keamanan negara.

"Kita mohon masyarakat, kebutuhan keamanan dan pertahanan harus fleksibel," ujar Kepala Sesi Base Operation Lanud Halim Perdanakusuma, Setiawan di Bandara Halim, Minggu (1/6/2014).

TNI AU saat ini  membutuhkan lapangan terbang untuk latihan. Karena itu TNI AU hanya hanya memberikan 74 slot penerbangan untuk penerbangan komersial, sedangkan sisanya dimiliki TNI AU.

"Kita harus bisa bedakan antara kebutuhan pelayanan masyarakat, masalah pertahanan dan keamanan, protokoler dan training," ungkap Setiawan.

Saat ini TNI AU bersama Kementerian Perhubungan dan airnav membuka sky aviation. TNI AU mengijinkan beberapa investor masuk, karena masih ada beberapa slot. Dari 74 slot penerbangan, 32 slot sudah diambil oleh Citilink Indonesia.

"Silahkan masuk ke dalam (bandara Halim), tapi likuiditas perusahaan masih cari investor silahkan mereka masuk," papar Setiawan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini