Terlepas itu, Popong mengaku kerap melontarkan kalimat celotehan khas Sunda seperti sedang bicara dengan cucu untuk tujuan mencairkan suasana rapat yang 'panas'.
Ia membantah gaya kepemimpinan rapatnya itu dinilai tidak menghormati hak dan kewajiban peserta rapat yang notabene-nya sesama anggota DPR.
"Oh itu kan joke (candaan) dari Ceu Popong, untuk mencairkan suasana dan agar tidak ngantuk. Kalau kita tidak bisa joke, katunduh atuh. Bayangkeun (bayangkan), berapa puluh jam rapat itu? Kan pasti ngantuk," ujarnya.
Baca tanpa iklan