News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi Sebut Hashim Tidak Berpikir Sebagai Negarawan

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden terpilih Jokowi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo menyebut Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto, tidak berpikir sebagai seorang negarawan.

"Harusnya berpikir kenegarawananlah. Jangan berfikir urusannya dagang saja. Kalau kamu transfer ke soal uang ya repot," ujar Joko Widodo atau sapaannya Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Pernyataan Jokowi ini terkait komentar Hashim soal ada harga yang harus dibayar lantaran Jokowi meninggalkan DKI Jakarta. Itu merupakan janji Jokowi ketika menjadi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 silam.

Mengenai hal itu, mantan Wali Kota Surakarta ini mengakui Hashim dan Prabowo Subianto memang berpengaruh terhadap kemenangan Jokowi-Basuki pada Pilgub DKI Jakarta 2012. Namun, dia menyayangkan pernyataan Hashim itu.

"Kalau membantu, iya membantu. Tapi kan ini jumlahnya saya ndak ngerti berapa," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan, ada harga yang harus dibayar Presiden terlipih Joko Widodo atas langkahnya meninggalkan Jakarta dan mencalonkan diri dalam pilpres yang lalu.

"Ada harga yang harus dibayar," kata Hashim.

Berita mengenai pernyataan Hashim ini terlebih dahulu dimuat situs berita berbahasa Inggris yakni, Reuters.

"We will use our power to investigate and to obstruct," Prabowo's tycoon brother and top aide Hashim Djojohadikusumo told Reuters late Tuesday at his office in Jakarta.

Hashim telah membantah pernyataannya tersebut. Menurut dia, wartawanlah yang salah mengutip, dan memelintir pernyatannya. (Baca: Hashim Sebut Pernyataannya Tentang Pemerintahan Jokowi Dipelintir Media Nasional)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini