Sementara WN Austria, Manfred yang penuh luka di kepala tampak sangat lemas dan tidak banyak bergerak.
Begitu tiba di RS Abdi Waluyo, SP menuturkan ia berteriak di depan rumah sakit.
Ia berteriak sambil mengatakan membawa korban bom Sarinah. Mendengar teriakan tersebut petugas medis langsung berlari dan membawa ke dua WNA ke ruang emergency.
"Sebelum masuk, Frank memberikan kartu namanya untuk menghubungi pihak keluarga atau tempatnya bekerja," katanya.
Baca tanpa iklan