News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rektor UIN Jakarta: Dunia Pendidikan Harus Bersih dari Radikalisme dan Terorisme

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Umum GP Ansor, Benny Ramdhani menunjukkan buku-buku ajar TK yang mengandung unsur radikalisme

Bagi yang terlibat, Pembantu Rektor III akan langsung bertindak.

“Tidak ada tempat subur di kampus untuk berkembangnya radikalisme dan terorisme karena semua kurikulum sudah Islam Moderat semua,” tukasnya.

Terkait pergerakan kaum radikalisme dan terorisme akhir-akhir ini, Prof Dede menilai sebenarnya gerakan terorisme di Indonesia makin lemah.

Bahkan ia menilai teror bom Thamrin itu menjadi bukti mereka makin frustasi.

“Mereka sudah ngawur dan tidak jelas. Bayangkan ngapain melakukan teror di warung kopi? Intinya mereka itu tidak cerdas dan seperti orang frustasi,” kata Dede Rosyada.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menemukan buku-buku untuk Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Depok, Jawa Barat, serta di beberapa daerah di Indonesia mengandung kalimat-kalimat berisi ujaran terorisme dan radikalisme.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Benny Ramdani membeberkan bahwa buku paket pelajaran tersebut berjudul "Anak Islam Suka Membaca" jilid 1,2,3,4, dan 5.

Buku-buku ini bisa disebut menanamkan benih-benih radikalisme sejak usia dini, karena diajarkan kepada anak-anak TK yang masih sangat polos.
Apalagi penulis buku tersebut istri dari pimpinan kelompok radikal di Solo, Jawa Tengah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini