News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Misteri Kematian Kartini, 'Benarkan Dia Dibunuh?'

Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raden Ajeng Kartini

Ravesteyn, yang sedang berkunjung ke rumah lain, cepat-cepat datang kembali.

Perubahan kondisi itu terjadi begitu mendadak dan tidak wajar.

Setengah jam kemudian, dokter tidak bisa menolong nyawa pemikir wanita Indonesia yang pertama ini.

Kartini akhirnya meninggal dunia dalam usia 25 tahun.

Desas-desus pun berkembang setelah peristiwa tersebut.

Banyak pihak yang mengatakan Kartini telah diracun.

Permainan jahat dari Belanda ingin agar Kartini bungkam dari pemikiran-pemikiran majunya yang ternyata berwawasan kebangsaan.

Tapi, meski banyak desas-desus negatif tentang kematian Kartini, Sutiyoso Condronegoro, keponakan dari Kartini, mengatakan bahwa keluarga menerima dengan ikhlas meninggalnya Kartini.

Keluarga menganggap kematian Kartini murni karena dia berjuang untuk melahirkan anaknya.

Keluarga pun tidak mengusut lagi tentang penyebab kematian Kartini, sehingga dugaan pembunuhan itu tetap menjadi misteri.

Namun ada pendapat yang berbeda yang dinyatakan oleh para dokter modern di era sekarang.

Para dokter berpendapat Kartini meninggal karena mengalami Preeklampsia.

Preeklampsia adalah kondisi dimana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi dan kelebihan kadar protein dalam urine.

Tekanan darah normal manusia sekitar 120/80 mmHg, sedangkan ibu hamil dengan Preeklampsia tekanan darahnya bisa mencapai di atas 130/90 mmHg.

Kondisi tersebut memang sangat berbahaya untuk ibu hamil dan bisa mengakibatkan kematian.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini