News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kebakaran Hutan dan Lahan 2016 Menurun Dibanding Tahun 2015

Penulis: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kebakaran Hutan dan lahan (ilustrasi).

Begitu pula jarak pandang semuanya normal sehingga tidak ada aktivitas sekolah dan penerbangan yang ditutup akibat gangguan asap.

Keberhasilan ini disebabkan dua hal.

Pertama, upaya pencegahan dan pemadaman yang dilakukan semua pihak lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Presiden secara terus menerus mengontrol upaya penanganan Karhutla yang dilakukan pemerintah pusat dan pemda," katanya.

Ribuan personil TNI, Polri, BNPB, KLHK, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan, dunia usaha, dan lainnya dikerahkan melakukan upaya pencegahan dan pemadaman di lapangan.

Kedua, anomali cuaca dan indikasi menguatnya La Nina menyebabkan curah hujan turun di banyak wilayah.

Kemarau basah menyebabkan hutan dan lahan sulit terbakar.

Pemadaman menjadi lebih mudah.

"Peningkatan hujan ini mendukung upaya pencegahan," ucapnya.

Diperkirakan puncak potensi kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung September hingga Oktober 2016.

Untuk itu pencegahan dan pemadaman masih terus ditingkatkan.

Patroli, sosialisasi, dan penegakan hukum terus diintensifkan.

BNPB mengerahkan 7 helikopter water bombing, 2 pesawat water bombing, dan 2 pesawat hujan buatan untuk mendukung satgas udara dalam pengendalian kebakaran hutan.

"Hotspot memang sering masih terjadi di lapangan tapi jumlahnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan periode sebelumnya," kata dia.

Pemantauan satelit Lapan pada 11 Agustus 2016 sore berjumlah 242 hotspot dengan tingkat kepercayaan Sedang (30 hingga 79 persen) sebanyak 163 hotspot dan Tinggi (80 - 100 persen) sebanyak 79 hotspot.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini