News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Pengamat: Kader PDIP Harusnya Ikuti Sikap Megawati

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berpidato usai menerima penghargaan Tunas Kencana dari Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault, pada acara penutupan Jambore Nasional X di Buperta cibubur, Jakarta, Sabtu (20/8/2016). Penghargaan tertinggi dalam dunia pramuka itu diterima karena Megawati Soekarnoputri atas jasa-jasanya menghidupkan kembali pramuka. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengatakan hubungan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat dinamis.

Salang mengatakan sikap kader PDIP seharusnya tegak lurus dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Terutama setelah Megawati bertemu dengan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Mestinya setelah Ibu Mega, Ahok, dan Djarot bertemu di DPP PDIP, sikap fungsionaris partai mengikuti irama politik yang ditunjukkan Ibu Mega," ujar Salang saat dihubungi wartawan Senin (22/8/2016).

Apalagi, kata Salang, Megawati sempat mengimbau kepada seluruh kader PDIP untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang kontra produktif.

"Disinilah tertib dan taat asas dalam organisasi partai ditunjukkan. Dari fakta sikap politik yang ditunjukan oleh Ibu Mega, memang terasa jauh sekali etika dan tatakramanya dengan kader PDIP," ujar Salang.

Menurut pandangannya, kader PDIP terkesan kerap berbicara dan cenderung berkuasa.

Hal itu berbanding terbalik dengan sikap Megawati yang masih belum memutuskan apa-apa.

"Yang lain, terkesan doyan bicara dan cenderung sok berkuasa. Disinilah tingkat kaliber politik yang ditunjukkan Ibu Mega, tidak bisa dicontohi kader yang lain," kata Salang.

Masih kata Salang, fungsionaris PDIP seharusnya diam dan mengikuti irama Megawati. Dalam catatannya, hingga kini, Megawati tidak pernah mengkritik Ahok atau pernyataan yang menolak Ahok maju melalui jalur PDIP.

"Sementara pengurusnya, membuat pernyataan mereka yg paling menentukan keputusan di partai. Jauh hari sudah menganggap Ahok tidak layak didukung," kata Salang.

Hingga kini, PDIP belum memutuskan siapa yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Partai dengan kursi terbanyak itu, memberikan sinyal akan kembali mengusung Ahok-Djarot.

Terutama setelah Megawati, Ahok, Djarot, dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto melangsungkan pertemuan di kantor DPP PDIP.

Menurut Ahok, Megawati menyatakan akan mengusung kembali petahana.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini