TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panggung Satutiga kembali memberikan penghargaan ke sejumlah tokoh nasional yang diberi nama 13 Tokoh Penuh Daya 2016.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Panggung Satutiga Ichwanudin Siregar, apa yang dilakukan Panggung Satutiga semata memberikan sebuah penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap telah berkontribusi dan mengharumkan nama bangsa.
“Kita hanya ingin turut berbuat dalam hal positif dan semoga apa yang kita lakukan ini bisa menginspirasi,” kata pria yang akrab disapa Iwan ini kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/10/2016).
Iwan mengungkapkan, Pangung Satutiga akan memberikan lukisan kepada para tokoh yang menerima penghargaan tersebut.
“Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini 13 Tokoh Penuh Daya 2016 tersebut kita berikan lukisan sebagai tanda penghargaan,” katanya.
Berikut penerima 13 Tokoh Penuh Daya 2016:
Agus Yudhoyono
Putera sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi fenoma baru di dunia politik pasca diusung sebagai Cagub DKI karena dianggap sosok generasi muda yang cerdas, santun dan syarat dengan prestasi.
Selain karir militer yang moncer dari alumni Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer tahun 2000 ini, Agus juga memiliki tiga gelar master, yakni Master Kajian Strategi dari S Rajaratam School of International Studies Nanyang Technological University Singapore (2006), Master Administrasi Publik dari John F. Kennedy School of Government Harvard University, U.S. (2010), dan Master of Arts Leadership and Management dari George Herbert Walker School of Business and Technology Webster University (2015).
Setya Novanto
Publik tentu berprediksi karir politiknya bakal tamat setelah dilengserkan dari kursi Ketua DPR akibat kasus rekamannya yang dikenal dengan Papa Minta Saham.
Namun, Novanto tidak hanya berhasil keluar dari permasalahan yang menganjalnya tersebut, bahkan terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Ia juga mampu memastikan dirinya tidak bersalah dengan adanya hukum tetap yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dikabulkan dua permohonan uji materi yang diajukan atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menyatakan penyadapan terhadap dirinya adalah ilegal.
Tito Karnavian
Pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 ini dipercaya sebagai Kapolri pada 13 Juli 2016.
Karir kepolisan lulusan terbaik AKABRI 1987 dengan penghargaan bintang Adhi Makayasa ini melesat ketika menjabat Kepala Satuan Reserse Umum dengan pangkat Ajun Komisaris Besar yang berhasil memimpin Tim Kobra menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dalam pembunuhan Hakim Agung Safiuddin Kartasasmita pada 28 November 2001.
Kenaikan pangkat Tito berlanjut saat bergabung di Tim Detasemen Khusus 88. Pada 2005 yang berhasil membekuk teroris kakap Dr Azahari. Tahun 2009, ia berhasil melumpuhkan Noordin M Top di Solo.
Atas prestasi itu, Tito dipromosikan menjadi Kepala Densus 88 dan dinaikan pangkat menjadi Brigjen Pol dari sebelumnya berpangkat Kombes Pol.
Baca tanpa iklan