News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Full Day School

Bukan Kiamat Bagi Jokowi, Jika PKB Hengkang dari Koalisi

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti. TRIBUNNEWS.COM/ERI KOMAR SINAGA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hanya bentuk kekesalan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas kebijakan fullday school (FDS) sehingga keluarlah ancaman akan menarik dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi).

"Ini hanya soal kekesalan PKB saja pada kebijakan FDS. Intinya memang mereka ingin agar kebijakan FDS dibatalkan," ujar Pengamat Politik Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Selasa (8/8/2017).

Tapi menurut Ray Rangkuti, komunikasi dengan bahasa keras seperti yang disampaikan PKB, adalah kurang tepat.

Memang, imbuhnya, jika PKB keluar dari koalisi petahana sedikit banyak akan menyulitkan. Khususnya jangkar terhadap kemunitas umat Islam.

"Tapi bukan berarti kiamat bagi Jokowi," kata Ray Rangkuti.

Artinya, PKB hengkang memang akan merugikan tapi tak dengan sendirinya menyebabkan kubu petahana terjungkal.

Sebaliknya tidak mudah juga bagi PKB untuk langsung masuk ke kubu petahana calon presiden yang akan menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019.

Baca: Ingin Perkuat Perppu Ormas, Forum Advokat Pengawal Pancasila Daftarkan Diri di MK

Artinya, PKB dan Jokowi sebenarnya sudah tak ada ganjalan serius.

"Makanya pernyataan PKB itu bisa dilihat sebagai kekesalan. Meskipun ungkapannya terasa berlebihan," ujarnya.

Di era seperti sekarang, komunikasi dengan ancama mengancam tidak selalu tepat.

Sebab, ancam mengancam itu dapat diukur. Lebih-lebih dalam tradisi politik Indonesia yang serba pragmatis.

"Jadi magnet penguasa selalu lebih kuat dari pada oposisi. Jika ancaman itu hanya sebatas ancaman, maka sebaiknya ke depan PKB memperbaiki bahasa komunikasi mereka," kata Ray Rangkuti.

PKB terus menyerukan penolakan terhadap kebijakan sekolah delapan jam dan lima hari atau yang mereka sebut sebagai full day school.

Menurut PKB sekolah lima hari dapat mematikan pendidikan berbasis kerakyatan seperti Madrasah Diniyah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini