News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korupsi di Kutai Kartanegara

Tiga Saksi Kasus Suap Bupati Rita Tidak Penuhi Panggilan KPK

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (13/10/2017). Rita Widyasari menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi untuk tersangka Hari Susanto Gun selaku Direktur Utama PT SGP terkait kasus penerimaan gratifikasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga orang saksi di kasus suap terkait pemberian izin lokasi ‎untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru Kec Muara Kaman kepada PT SGP‎, kompak tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik KPK, Senin (16/10/2017).

Padahal seharusnya, ketiga saksi tersebut yang seluruhnya adalah unsur swasta diperiksa untuk tersangka‎ Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari‎ (RIW).

Selain Rita, penyidik juga menetapkan status tersangka pada ‎Hery Susanto Gun (HSG), Dirut PT Sawit Golden Prima sebagai pemberi.

Baca: Suasana Ricuh Sempat Terjadi Saat Anies-Sandi di Balai Kota DKI

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan saksi Ramli Yahya ‎hingga sore tadi tidak diketahui perihal alasan ketidakhadirannya.

"Saksi Nafsiah, surat panggilan baru diterima hari ini. Nanti akan dijadwal ulang pemeriksaanya," ucap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Terakhir, saksi ketiga yakni Kevin Wijaya belum ‎bisa hadir karena masih mempersiapkan berkas yang dibutuhkan penyidik.

Dalam kasus ini, Rita diduga menerima suap dari Hery Susanto Gun senilai Rp 6 miliar sekitar bulan Juli dan Agustus 2010 untuk pemulusan izin perkebunan kepala sawit.

Baca: Anies Baswedan Terharu Dengar Ibunda Baca Doa dengan Suara Bergetar

Jumat (13/10/2017) kemarin, penyidik memeriksa Rita sebagai saksi di kasus suap untuk tersangka Hery Susanto Gun (HSG), Dirut PT Sawit Golden Prima.

Ditemui usai pemeriksaan, Rita membantah menerima uang suap Rp 6 miliar dari Hery.

Sementara Hery sendiri meski berstatus tersangka, belum diperiksa maupun ditahan oleh KPK.

Diketahui, Rita ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus berbeda yakni menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya dan menerima suap.

Dalam perkara gratifikasi, Rita bersama-sama Khairudin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yaitu uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar.

Penerimaan itu berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

Sementara dalam kasus suap, Rita diduga menerima suap dari Hery Susanto Gun selaku Dirut PT Sawit Golden Prima senilai Rp 6 miliar sekitar bulan Juli dan Agustus 2010.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini