Ranggie Ragatha merupakan admin grup Cocoklogi Science.
Pengakuannya ini membuat heboh para anggota grup tersebut.
Awalnya dia ditawari oleh seseorang untuk menjadi buzzer dari calon di pilgub yang tak disebutkan namanya.
Dia juga mengunggah percakapan saat orang itu menawarkannnya untuk jadi buzzer.
Bahkan tawaran itu juga langsung disebutkan bayaran yang cukup lumayan.
Hanya untuk satu postingan mereka bersedia membayar Rp 700 ribu.
Jika tembus seribu like akan ada tambahan Rp 150 ribu.
Begitu juga jika tembus lebih dari seribu share.
Namun Ranggie Ragatha menolaknya.
Ranggie Ragatha berkeyakinan bahwa grup Facebooknya bersifat netral dan tidak bsia dijadikan buzzer untuk kepentingan politik.
Secara lebih lengkapnya Ranggie Ragatha memberikan penolakan seperti berikut:
"Kepada Semua Member,
Cocoklogi Science tidak terafiliasi kepada kelompok politik maupun ideologi tertentu. Cocoklogi Science tetap konsisten mendukung agenda politik All Hail Kim Jong Un dan General Aladeen (Madafaka) untuk mengembangkan senjata nuklir yang akan digunakan untuk melindungi wilayah Korea Utara dari arus migrasi besar-besaran para terapis panti pijat di kota Jakarta.
Ngademin tidak menerima jasa buzzer, karena saat ini Ngademin masih kesulitan menghabiskan uang yang Ngademin dapatkan dari profesi Ngademin sebagai model di beberapa perusahaan pakaian dalam merk terkenal.
Lagipula mayoritas member grup ini tidak teredukasi dengan baik soal politik, ketika mereka memiliki kuota internet, mereka lebih senang membaca artikel tentang “11 cara mengutil di minimarket tanpa terekam CCTV” atau artikel tentang “tempat makan romantis dengan budget dibawah 10 ribu rupiah” dibanding membaca artikel tentang politik. Damn it!
Baca tanpa iklan