News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Didi Irawadi: Tuduhan Tjahjo Demokrat Membajak Kader PDIP Sangat Absurd

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang diusung Partai Golkar Khofifah Indar Parawarsa (kiri) dan Emil Dardak (kanan) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017). Partai Golkar resmi mengusung pasangan Khofifah Indar Parawarsa dan Emil Dardak sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, menyesalkan sikap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menyatakan bahwa kader PDI Perjuangan Emil Dardak dibajak untuk maju di Pilgub Jawa Timur.

Menurutnya, tuduhan membajak kader partai lain adalah tidak masuk akal.

"Jadi kalau tuduhan bajak-membajak itu sangat absurd dan sangat nggak benar. Tidak ada. Justru mereka kader-kader itu yang ingin bergabung ke kami (Demokrat)," kata Didi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

"Justru yang harus bertanya pak Tjahjo sendiri dong, selama ini pembinaan terhadap kader kepala daerah sejauh mana dilakukan?" kata Didi.

Menurutnya, hak untuk berdemokrasi merupakan hak yang dimiliki setiap individu. Dirinya menilai wajar jika setiap orang memilih yang terbaik.

Baca: Arus Kendaraan di GT Cikarang Utama Diprediksi Melonjak 31,13 Persen d Libur Maulid Nabi 2017

Baca: Wuling Confero S, MPV Car of The Year 2017 Versi Majalah MobilMotor

"Dalam iklim demokrasi ini hak setiap individu untuk memilih hal yang terbaik bagi individu ini. Hal yang biasa aja. Nggak usah didramatisir dengan istilah outsourcing dan bajak-membajak," katanya.

Didi menegaskan, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah melakukan seperti apa yang ditudingkan.

"Partai Demokrat tidak pernah melakukan itu. Mungkin melihat pembinaan yang dilakukan oleh Partai Demokrat dan ketua umum kami baik, yang membuat menarik yang bersangkutan itu untuk bergabung," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tjahjo membuat pernyataan soal langkah Emil Dardak yang diunggah lewat laman resmi Kementerian Dalam Negeri.

Tjahjo mengatakan, Emil baru memenangkan Pilkada Trenggalek pada 2015 lalu.

Namun, saat ini sudah kembali mencalonkan diri di Pilkada Jatim.

"Yang ramai dan jadi perdebatan misalnya (Emil) Dardak. (Emil) Dardak itu baru, belum dua tahun. Belum dua tahun langsung (maju) cawagub (Jatim). Yang kedua etika dalam konteks dia dulu didukung PDI Perjuangan, sekarang tidak. Nah, ini etikanya bagaimana," ujar Tjahjo dikutip Tribunnews.com, Minggu (26/11/2017).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini