News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Maruarar Sirait : Puan dan Pram Punya Integritas Baik

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Maruarar Sirait.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Politisi PDIP Maruarar Sirait memiliki pandangan tersendiri terkait nyanyian Setya Novanto di persidangan Tipikor.

Setnov menyebut dua nama anggota PDIP yakni Puan Maharani dan Pramono Anung menerima sejumlah uang dari aliran mega proyek E-KTP.

Ara panggilan akrabnya mengatakan secara pribadi dirinya mengenal keduanya.

Baca: Pimpinan NU dan Muhamadiyah Yakin Indonesia Tak Bubar pada 2030

Disebut Ara, ketiganya adalah kawan baik.

Ketiga diketahuinya merupakan sesama kader partai berlambang moncong banteng.

"Kebetulan saya bekawan baik dengan puan dan Pram, kita (Ara, Puan, dan Pram) pernah bersama di DPR di periode yang sama, kemudian di DPP juga pernah menjadi pengurus, yang saya tahu dan yakini mereka punya integritas yg baik, itu yg saya tahu," jelas Ara saat ditemui di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Meski demikian, jika memang bisa dibuktikan dugaan itu, Ara mengatakan PDIP menghormati segala bentuk proses hukum.

"Kita harus hormati proses hukum. KPK adalah lembaga yang sangat dipercaya publik, jadi berbagai survei itu sangat dipercaya publik," kata Ara.

"Hukum tak boleh diintervensi. Kita hormati proses hukum tak bisa diintervensi dan kita yakin semua pasti ada kroscek dan verifikasinya dengan baik, tapi itu keyakinan saya dengan dua kolega saya itu," lanjutnya.

Nyanyian terdakwa Setnov didengungkan saat memberikan keterangan di pengadilan Tipikor, Kamis (22/3/2018) lalu.

Mantan Ketum Golkar itu menyebut dua elite PDIP itu menerima masing-masing 500 ribu dolar Amerika.

"Waktu itu ada pertemuan di rumah saya yang dihadiri Oka dan Irvanto. (Uang) diberikan ke Puan 500 ribu dolar Amerika dan Pramono Anung 500 ribu dolar Amerika" kata Novanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini