Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang bulan suci Ramadhan, Polri terus melakukan berbagai antisipasi guna mengamankan bulan suci bagi umat muslim ini.
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan pihaknya akan mengantisipasi masalah pangan dan arus mudik Lebaran.
"Kami antisipasi dua hal. Pertama masalah pangan bulan Ramadhan dan Lebaran. Kedua masalah mudik," ujar Syafruddin, di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).
Ia menargetkan adanya perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan penilaiannya, bila tahun ini tak ada kenaikan harga pangan dan tak terjadi kemacetan dan kecelakaan, maka antisipasi pihaknya berjalan dengan sukses.
Jenderal bintang tiga ini juga mempersiapkan operasi untuk menangkap mafia pangan. Alasannya, selalu ada kecenderungan kenaikan harga pangan yang tak masuk akal.
Dirinya juga berharap harga pangan bisa turun dan justru tidak mengalami kenaikan.
Baca: KPK Telisik Penyalahgunaan Wewenang 38 Politisi Penerima Suap Gatot Pujo Nugroho
"Ya harga-harga nggak naik. Kalau perlu turun. Kalau saat ini masih stabil tapi biasanya kecenderungan itu naik. Oleh karena itu kita siapkan operasi untuk nangkap mafia jika ada yang bermain," jelas Syafruddin.
Lebih lanjut, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengatur arus mudik agar lebih baik dari tahun sebelumnya.
Selain itu, ia mengungkap fokus perhatian pada arus mudik kali ini adalah para pengendara motor. Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu menginginkan masyarakat beralih dari motor dan menggunakan transportasi umum saat mudik.
"Banyak kecelakaan pengendara motor seperti yang sudah-sudah. Mungkin akan lebih ditingkatkan seperti motornya diangkut pakai kapal atau naik kereta atau diimbau jangan naik motor cukup naik angkutan umum. Mudah-mudahan tahun ini berhasil karena tahun lalu arus mudik dianggap berhasil," pungkas dia.