News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mendagri Imbau Ceramah‎ Agama Disisipi Politik Harus Ada Rujukan Kitab Suci

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mendagri Tjahjo Kumolo di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018).

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak mempersoalkan ceramah agama disisipi dengan politik di lingkungan lembaga pemerintahan, namun harus ada rujukan kitab suci dari masing-masing agama.

"Semua mau ceramah politik, ceramah budaya, ceramah media, silahkan, tapi kalau ceramahnya di masjid rujukannya ya Al-Quran, dan hadist dong, kalau di gereja rujukannya ya Alkitab‎, ceramah di vihara sesuai Weda, itu aja intinya," ujar Tjahjo di Istana Bogor, Kamis (26/4/2018).

Namun, Tjahjo melihat, jika ceramah agama disisipi oleh politik tanpa merujuk kitab suci masing-masing agama, maka hal tersebut akan merusak kehidupan bermasyarakat.

"Kalau tidak (ada rujukannya), ya rusak nanti," ucap Tjahjo.

‎Politisi PDIP itu pun tidak mempersoalkan kantor-kantor pemerintahan, membuat acara ceramah keagamanan, seperti halnya yang dilakukan Politisi Senior Amien Rais di Balai Kota Jakarta beberapa waktu lalu.

"Boleh tidak ada masalah, ‎ (kalau dipolitisasi) yang salah bukan Amin Raisnya, yang mengundang dan yang menyediakan fasilitasnya, kalau itu memang dianggap salah," ujar Tjahjo.

Sebelumnya saat memberikan ceramah di Balikota DKI, Selasa kemarin, (24/4/2016), Amien mengatakan acara acara pengajian harus disisipi politik. 

Amien tidak menjelaskan secara gamblang, mengapa pengajian harus disisipi politik. 

Hanya saja setelah melontarkan pernyataan tersebut Amien kemudian menunjuk pada foto presiden Joko Widodo dan mengatakan elektabilitasnya sudah going down (menurun).
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini