News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pidato 'Berantem' Jokowi yang Menuai Pro Kontra

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo saat menggelar konferensi pers disela-sela peninjauannya di venue pencak silat, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018) terkait gempa bumi yang mengguncang Lombok

"Ini relawan engga ada aktenya, engga ada, ini kumpulan engga jelas. Tiba-tiba kumpulan kaya gini karena bukan parpol kan, kalau parpol ada mandat, ada kejelasan posisi mereka dimana, ada penanggungjawabnya," katanya.

"Namanya relawan kan orang rela yang datang berkerumun dengan ketidakjelasan itu mau disuruh berantem, kalau berantem siapa mau tanggungjawab? namanya relawan. Kita engga bisa lacak itu siapa dan itu bisa menciptakan anarki," lanjut dia.

Fahri mengatakan, seharusnya Presiden mempersatukan rakyat untuk melawan musuh di luar bangsa Indonesia.

Menurutnya, bila rakyat tidak bersatu maka perhatian bangsa Indonesia kepada musuh yang sebenarnya akan teralihkan.

"Pak Jokowi harus mulai pidato sebagai negawaran. Yang membuat kita semua terpukau. Kegagalan narasi Pemerintahan ini dari awal itulah yang merusak bangsa Indonesia," katanya.

Tidak hanya kedua politisi itu saja yang memberikan komentar dan kritik. Sejumlah kalangan menilai Jokowi tidak pandai memilih diksi.

Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo menilai sebagai seorang Presiden, Jokowi sebaiknya lebih bijak dalam memilih diksi yang diucapkan.

Sehingga pidato Presiden tidak justru menimbulkan polemik di masyarakat.

"Sebaiknya memang sebagai Presiden harus lebih bijak dan bersifat negarawan dalam memilih diksi yang mau diucapkan, agar tidak menjadi Kontroversi yang tidak Perlu di Masyarakat," katanya.

Dukungan kepada Jokowi

Meski kritik terlontar dari sejumlah politisi terkait pidato 'berantem' Jokowi yang kontroversial di hadapan para relawannya, sejumlah pihak justru memberikan dukungan kepada Presiden Ketujuh RI Tersebut.

Misalnya Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Ahmad Baidowi atau yang karib disapa Awiek mengatakan pernyataan Jokowi tersebut wajar.

Ia meminta untuk memahami pidato Jokowi secara menyeluruh tanpa dipenggal.

"Sebagai calon kontestan pilpres sangat wajar apabila menyemangati para pendukung untuk terus merapatkan barisan," kata Awiek kepada wartawan, Senin, (6/8/2018).

Menurut Awiek, pidato Jokowi tersebut sangat normatif. Presiden meminta kepada para pendukungnya untuk tidak tebar permusuhan dan kebencian dalam Pemilu Presiden 2019

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini